Combatting Crime and Darkness by Spreading All Information and Miracles of Divine Q-RAK Cultivation Worldwide
I seek permission to share a testimony.
Once, a woman came to my house upon her husband’s instructions, who was currently working in Aceh. She told me that she was bankrupt, and her husband mentioned that after visiting my house in the past, their fortunes had briefly improved. Thus, he instructed his wife to seek solutions to their current economic problems from me.
As I began to speak, suddenly, with my naked eyes, I saw two Holy Spirits standing beside the woman, and Mother Mary was behind her. Spontaneously, I said, “Wow, you’re lucky! TWO HOLY SPIRITS and Mother Mary are present!” Then I noticed the woman, who was previously sitting silently, started to fidget. I asked her why, and she said, “My head suddenly hurts, sir!”
Short story, I introduced the woman to Q-RAK and guided her through a meditation on the Descent of the Holy Spirit, followed by a meditation on the Four Powers, and then mandatory affirmations.
Afterwards, I guided her through reciting the mandatory affirmations. With the assistance of the Holy Spirit and Mother Mary, the demonic snakes entwining her body vanished and shattered into pieces. Suddenly, my spirit was above her house and saw a larger demonic snake with a crown on its head, coiling around her house. It turned out to be the source of her troubles. My conscience told me that she had to fight this battle alone; no one else could do it for her.
At the end of our long meeting, I said, “Ma’am, I have conveyed what I needed to convey. It’s all up to you now. There are only two paths: the path of the Lord Jesus Christ and the path of the devil. My advice is, if you want a quick solution, focus solely on the Lord Jesus Christ. If you have any heirlooms or specific rituals at home, please discard them and stop them.”
The woman still seemed confused as she bid farewell.
A few days later, the woman returned to my house as if to complain about why, despite doing the meditation and affirmations, there were still no signs of fortune. But oddly enough, she said her fortune was still stuck, but she arrived riding a new motorcycle from the dealer and brought bananas and watermelon. Yet, just two days ago, she had borrowed a neighbor’s motorcycle. I was a bit puzzled by this, so I let her speak first and express her grievances. Essentially, she said she just wanted one job to come her way. She didn’t want to deal with spiritual warfare and the like.
I replied that all her problems stemmed from dark forces and explained again why we needed to purify ourselves. She complained of pain in her left shoulder, and I explained that it was a purification reaction. Then she asked when she would receive her fortune.
I answered that the concept of purification is like taking a bath; as long as one is not clean, their hopes will be hindered. I subtly hinted to her the importance of focus during purification, advising her not to hesitate or waver, as it would be futile.
Oddly enough, as she began to grasp my last explanation, her face suddenly brightened, and she smiled. She began to understand. As she started to realize the importance of focus, I was given a vision with my eyes wide open: a lotus flower blooming like a crown above her head, followed by white rays of light surrounding her body, and then an angel appeared with a staff, wearing a robe and white wings, battling the demons inside her body. I spontaneously remembered GM’s words that impure bodies are like a zoo, where animals flee in fear from angels. Meanwhile, the woman’s face became happier. I concluded our second meeting with a message: “Now, ma’am, just by thinking, you’ve already received a reaction, let alone speaking. So, from now on, don’t just speak or think randomly. Positive words will come to pass, and negative words will too.” The woman felt guilty and promised not to do it again. As she bid farewell, she gave me the bananas and watermelon she had brought earlier. I couldn’t accept it for free (in my heart). Finally, I paid with a prayer, “Yes, ma’am, may fortune come to you soon.” She said, “Amen.”
Suddenly, when she left my house, I was attacked, so I had to meditate and affirm immediately due to the effect of the prayer. We cannot speak or pray randomly, especially for others. Usually, I would cancel it, but because the woman had repented, I accepted it so that the fruits she gave would be safe to consume.
Today, the woman texted me, saying her mind is calmer now, and she sees colorful lights.
Praise be to the Lord Jesus Christ.
Best regards,
Mr. Ipin – Magetan
https://q-rak.com/download/
==================================
MEMERANGI KEJAHATAN DAN KEGELAPAN DENGAN MENYEBARKAN SEGALA INFORMASI DAN KEAJAIBAN MUKJIZAT KULTIVASI ILLAHI Q-RAK KE SELURUH PENJURU DUNIA
Mohon ijin menyampaikan testimoni
Pada suatu waktu ada seorang ibu datang ke rumah, dia datang atas perintah suaminya yang saat ini sedang kerja di aceh. Dia lalu bercerita bahwa dia sedang bangkrut, dan kata sang suami dulu pernah datang ke rumah saya dan sepulang dari rumah saya dulu rejekinya sempat bagus, makanya suaminya menyuruh agar sekarang istrinya meminta solusi dari permasalahan ekonomi yang sedang dialaminya.
Nah ketika baru saya mulai cerita, tiba2 dengan mata telanjang saya melihat ada 2 Roh Kudus berada di samping kanan dan kiri ibu itu, dan Bunda Maria ada di belakang dirinya. Spontan saya bilang, wah ibu beruntung, DUA ROH KUDUS dan Bunda Maria berkenan hadir, lalu saya lihat ibu itu yang tadinya duduk diam mulai gelisah, saya tanya kenapa bu? Kepala saya pusing pak,” katanya!
Singkat cerita saya perkenalkan ibu itu dengan Qrak dan saya ajak meditasi Pencurahan Roh Kudus disambung meditasi 4 Kuasa disambung afirmasi wajib.
Setelah itu saya tuntun ibu itu membaca afirmasi wajib. Tubuhnya yang dililit siluman ular terlihat dengan bantuan Roh Kudus dan Bunda Maria, ular di tubuhnya musnah dan pecah berkeping2. Tiba2 Roh saya sudah berada di atas rumahnya dan melihat siluman ular yang lebih besar dan ada mahkota di kepalanya sedang melilit rumahnya, ternyata ini sumber masalahnya. Hati nurani bilang, ibu itu yang harus berperang sendiri untuk membersihkannya gak bisa orang lain.
Di akhir pertemuan yang panjang itu saya bilang begini: “Bu, saya sudah sampaikan apa yang sudah semestinya saya sampaikan, semua terserah ibu, hanya ada dua jalan, jalan Tuhan Yesus Kristus dan jalan iblis, saran saya kalau ibu mau cepat ada solusi, fokus saja pada Tuhan Yesus Kristus, kalau ibu di rumah ada benda2 pusaka atau ritual2 tertentu tolong buang dan hentikan.”
Terlihat ibu itu masih dalam kondisi bingung akhirnya pamit
Selang bbrp hari, ibu itu datang kembali ke rumah seakan mau protes kenapa sudah meditasi dan afirmasi belum juga ada tanda2 rejeki, tapi ada yang aneh bilangnya rejekinya masih mampet tapi datengnya pake motor baru dealer dan bawa pisang dan semangka,. Padahal 2 hari yang lalu dia pinjem motor tetangga
Agak heran saja saya, ya sudah saya biarkan ibu bicara dulu mengungkapkan uneg2 nya. Intinya dia bilang bahwa dia pingin ada 1 saja job dateng. Dia gak mau tahu urusan perang rohani dengan kuasa gelap dan sebagainya. Saya jawab bahwa segala sumber masalah ibu ya dari kuasa gelap, saya terangkan ulang mengapa kita harus melakukan pemurnian. Ibu itu mengeluh sakit semua di bagian pundak sebelah kiri, saya terangkan bahwa itulah reaksi pemurnian, dia lalu balik nanya kapan saya dapat rejeki?
Saya jawab bahwa konsep pemurnian ini seperti orang mandi, selama belum bersih maka harapan akan terkendala, saya kasih kode ke ibu itu bahwa dalam pemurnian penting sekali untuk fokus, jangan nolah noleh sekali ragu atau noleh maka akan percuma.
Nah ada yang aneh ketika dia mulai menyadari penjelasan saya yg terakhir ini. Tiba2 wajahnya mulai cerah dan dia senyum, dia mulai paham. Seiring dia mulai menyadari akan pentinya fokus tiba2 secara mata terbuka saya diberikan vision ada cakra mahkota ibu bunga seperti teratai mekar di atas kepala, mak byak lalu turun sinar gelang2 putih mengelilingi tubuhnya sesaat kemudia disusul 1 malaikat dateng bawa tongkat pake jubah dan sayap putih menghalau dan memerangi siluman di tubuh ibu itu, saya spontan jadi ingat kata2 GM bahwa tubuh orang yang tidak murni seperti kebun binatang, keliatan hewan2 lari menjauh seakan takut dengan malaikat itu. Sementara itu si ibu wajahnya spontan jadi lebih bahagia, saya tutup pertemuan ke dua itu dengan pesan., nah ini lo bu, ibu baru mikir saja sudah ada reaksi apalagi bicara,. Saya bilang ibu sekarang jangan asal bicara atau mikir ya, bicara positif akan terjadi, bicara negatif juga akan terjadi,. Ibu itu merasa bersalah dan berjanji gak akan sembarangan lagi., sembari pamit ibu itu memberikan buah pisang dan semangka yg tadi dibawanya. Wah ini dia saya gak bisa menerima gratisan, (dalam hati)
Akhirnya saya bayar dengan doa iya bu semoga lekas dapat rejeki, dia bilang amin
Sontak pas dia keluar rumah saya kena serangan wal hasil ibu itu pulang saya harus segera meditasi afirmasi karena efek mendoakan tadi., nah kita memang gak bisa sembarangan berucap apalagi berdoa untuk orang lain, biasanya kalau seperti ini lalu saya batalkan tapi karena ibu itu sudah bertobat saya terima saja biar buah yang dia berikan jadi aman dikonsumsi.
Hari ini, ibu itu wa kalau pikiranya lebih tenang dan dia melihat warna warni cahaya
Puji Tuhan Yesus Kristus
Salam
Pak ipin Magetan

